+ -

Pages

Sabtu, 14 September 2013

Perkembangan sepakbola Singapura.

Singapura adalah Raja Sepakbola  ASEAN. Ya, itu adalah perkataan dari beberapa pandit sepakbola setelah Singapura menjadi juara Piala AFF 2012. Gelar itu menjadi gelar mereka yang ke-4 atau yang terbanyak di jajaran negara ASEAN. Usut punya usut,ternyata semua kesuksesan Singapura itu berawal dari program pengembangan yang diprakarsai Chris Chan.
Pada tahun 1997, Chris yang kala itu menjabat sebagai CEO dari Liga Sepakbola Singapura mencetuskan program Goal 2010. Singkat kata program ini bertujuan untuk meloloskan Singapura ke Piala Dunia 2010.
Karena Singapura tidak memiliki sumber daya manusia yang mencukupi, mereka pun mengambil pemain dari luar. Tujuan utama dari Liga Sepakbola Singapura atau S-League adalah untuk menjaring pemain-pemain yang potensial dari luar negeri.
S-League pun mengutamakan pemain dari Afrika maupun Eropa belahan timur yang memiliki penghasilan tidak terlalu besar dan mau digaji maksimal sekitar 25 juta rupiah per bulan.
Semua pemain ini akan ditawarkan menjadi warga negara Singapura setelah lima tahun bermain di Singapura,tentu saja pemain yang ditawari menjadi warga negara Singapura adalah pemain yang dianggap meiliki potensi. Selain itu pada saat yang bersamaan S-League juga mengembangkan pelatih dan pemain muda lainya untuk membina dan dibina.
Hasilanya dapat kita ketahui sekarang ini. Singapura menjadi raja ASEAN dengan pemain naturalisasinya  sesuai dengan rencana mereka di awal. Itimi Dickson dan Agu Casmir adalah contoh pemain naturalisasi dari benua Afrika. Untuk benua Eropa Timur muncul nama Mustafic Fachrudin serta Alexander Duric. Tidak lupa adanya sosok Daniel Bennet dari Inggris dan Sho Jiayi dari China. Sebagai tambahan, Daniel Bennet berkata bahwa ia kini merasa wajib menjadi mentor untuk para pemain muda yang akan menjadi penerusnya di timnas.
Program Goal 2010 mungkin gagal membawa Singapura lolos ke Piala Dunia 2010, tetapi rencanan mereka tidak pernah dirombak sejak awal mula dicanangkan. Singapura dari tahun 1997 tetap menggunakan program yang sama, bukan tidak mungkin suatu saat mereka akan lolos ke Piala Dunia.
Kisah Singapura ini menunjukan satu hal, bahwa perencanaan matang dan konsistensi program pasti akan membuahkan hasil. Semoga saja hal ini menjadi pembelajaran bagi pihak-pihak pengurus sepakbola Indonesia.
5 LONER: Perkembangan sepakbola Singapura. Singapura adalah Raja Sepakbola  ASEAN. Ya, itu adalah perkataan dari beberapa pandit sepakbola setelah Singapura menjadi juara Piala AF...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

< >