+ -

Pages

Sabtu, 14 September 2013

duel ikon el classico masa depan

Dewasa ini dunia persepakbolaan seolah terfokus pada pertarungan antara Cristiano Ronaldo dengan Lionel Messi. Ikon dari Real Madrid dan Barcelona ini seolah bagaikan dua buah dewa yang saling bertarung demi menjadi yang terbaik. Dengan reputasi perseteruan antara klub mereka masing-masing, persaingan ini kian meruncing.
Tapi, apakah bila sosok Ronaldo dan Messi pensiun maka pertarungan dua ikon Madrid dan Barcelona berakhir? Menurut saya tidak, kita lihat di Real Madrid Castilla dan Barcelona B. Dua tim satelit yang bertarung di Liga Adelante atau divisi dibawah La Liga. Terdapat sosok youngster yang dianggap sebagai reinkarnasi dari Ronaldo dan Messi,yakni Jese Rodriguez di Castilla dan Gerard Deulofeu di Barca B. 


















 
Hingga tulisan ini dibuat mereka berdua adalah pencetak gol terbanyak di tim mereka untuk Segunda Division. Jese dengan 19 gol dan Deulofeu dengan 18 gol. Jese total berkontribusi 32% dari total gol Castilla,sedangkan Deulofeu dengan 27%.
Mereka berdua adalah pilar utama di lini depan Spanyol u-19 saat menjuarai Piala Eropa u-19 juli tahun lalu. Jese keluar sebagai pencetak gol terbanyak di turnamen dengan 5 gol, termasuk hattrick-nya ke gawa Israel di penyisihan grup. Sementara itu, meskipun hanya mencetak 2 gol, Deulofeu mencetak gol vital di semifinal melawan Prancis dan menjadi pemain terbaik turnamen tersebut.

                                                                                                                                                                                        Jese terkenal dengan kemiripan bermain dengan Ronaldo. Berposisi asli sebagai winger, namun dirinya menjadi sosok dengan gol terbanyak. Sama seperti Ronaldo di tim utama. Tendangan akurat dipadu dengan kecepatan dribble dan kemampuan individu yang yahud. Membuat pemuda yang tujuh tahun lebih muda dari Ronaldo ini sebagai calon bintang Real Madrid masa depan.



















Pada sisi lain, Deulofeu dianggap sebagai mutiara La 
Masia yang siap untuk dipoles menjadi lebih baik. Deulofeu mengutamakan akurasi dribble dapadu dengan gaya bermain tiki-taka membuatnya disamakan dengan sosok Messi.
Menarik untuk menunggu kiprah mereka di saat yang akan datang. Semoga saja ekpektasi publik yang tinggi dengan membandingkan mereka dengan ikon di tim senior masing-masing tidak membebani pikiran mereka. Tapi untuk itu, mereka harus membuktikan kualitas mereka dulu dan menembus tim utama.

5 LONER: duel ikon el classico masa depan Dewasa ini dunia persepakbolaan seolah terfokus pada pertarungan antara Cristiano Ronaldo dengan Lionel Messi. Ikon dari Real Madrid dan...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

< >